"Pa, Kezia ketabrak!" telepon istri saya bagai petir di siang bolong.  Saya sedang mengetik di rumah.
Tidak berpikir dua kali, saya segera lari ke bawah.  Lift terasa lama sekali.  Saya pakai tangga.  Apartemen kami di lantai lima.  Saya langsung menuju jalan raya.
Kezia, anak pertama kami, sedang digendong oleh istri saya di pinggir jalan.  Puji Tuhan Kezia tidak sampai kenapa-kenapa.  Hanya memar kecil di kaki.  Sempat menginap di rumah sakit semalam untuk observasi, trus boleh pulang.
Kami be...
Continue reading ...