Selamat Pagi Sobat....
Semoga hidup Anda dalam kebersamaan dengan Tuhan dan tidak diceraikan oleh apapun karena perceraian itu mahal harganya apalagi bercerai dengan cinta Allah.

Beberapa malam yang lalu saya bersama teman-teman dari karyawan Gramedia Denpasar makan di sebuah warung yang ada di jalan Waturenggong Denpasar.  Kami makan soto, setelah makan dan mau meninggalkan warung itu, mata saya menangkap tulisan "sederhana" tapi penuh makna di samping gerobak soto penjual soto itu.

Kalimat itu berisi harga dan nama-nama soto yang dijual.  Kalau Anda makan soto pasti namanya soto yang tertera seperti soto babat, soto ayam atau soto-soto yang lain.  Tapi pada tulisan di samping gerobak itu berbunyi :

Soto Kawin Rp 6.000,-
Soto Cerai Rp 7.500,-
Soto Kesepian Rp 5.000,-

Saya tidak paham dengan nama-nama itu, maka saya tanyakan pada penjual soto itu.  "Pak apa artinya masing-masing soto itu ?", tanya saya.

Bapak penjual soto menjawab, "soto kawin adalah nasi campur sotonya. Soto cerai adalah nasi berpisah dengan sotonya dan soto kesepian adalah soto tanpa nasi".

"Lho soto cerai koq lebih mahal???", sambung saya.

Jawab bapak itu, "kan lebih repot menghidangkannya dan alat yang dipakai lebih banyak jadi pekerjaannyapun paling lama".

"Oh begitu", sambung saya.

Inilah kreatifitas dari penjual soto ini yang menarik mata dan perhatian saya.  Yang menarik bagi saya adalah arti dari soto itu teristimewa "soto cerai".  Soto Cerai harganya lebih mahal dibanding soto yang lain karena cara menghidangkan "lebih repot" dan "memakai banyak perkakas" dengan pekerjaan "lebih lama" juga.

Perceraian memang selalu repot dan memerlukan banyak perhatian tercurah di sana.  Perceraian kadang kala diikuti dengan perbuatan "saling" menyakiti antar mereka yang sedang bercerai.  Di samping itu akan banyak pekerjaan baru harus dikerjakan setelah perceraian, misalnya tentang pembagian harta, pengasuhan anak dan banyak masalah pelik lainnya.

Perceraian selalu menciptakan banyak pekerjaan, seperti penjual soto yang harus lebih repot dan mencuci barang lebih banyak.  Maka dalam hidup lebih baik dan kalau bisa jangan dekat dengan yang namanya "perceraian".  Buatlah hidup dalam "perkawinan" yang langgeng abadi karena Allah menghendaki kebersamaan itu sampai ajal yang menjemputnya.

Dalam kebersamaan itu akan ada rasa yang lebih "menyeluruh" dan kehangatan yang merata seperti "Soto Kawin" gambaran penjual soto itu.  Sungguh sangat indah kalau hidup dalam cinta yang abadi seperti soto kawin.

Salam dalam kebersamaan membangun dunia dalam kebersamaan melanggengkan perkawinan.

Kami Bersama mendoakan untuk setiap orang yang "menikah" semoga kebersamaan mereka abadi dan langgeng sampai ajal menjemput.

Salam dalam cinta membangun dunia menjadi lebih baik dalam kebersamaan.