Ada cerita populer rakyat Jepang yang bagus, Urashima Taro.  Simak yaa.. cuplikannya, semoga kita bisa mengambil hikmahnya.

Urashima Taro kecil sedang gundah memandang laut lepas.  Ada yang sedang dilamunkannya, yaitu ingin mengetahui isi dasar laut.  Untung saja dia bertemu kura-kura dan terjadilah dialog :

"Kura-kura tolong antarkan saya sebentar saja melihat isi dasar laut, saya ingin sekali mengetahuinya" pinta Urashima pada kura-kura.

"Jangan Urashima... yang sudah-sudah tidak mau kembali" sang kura-kura melarangnya.

"Tidak... saya hanya ingin sebentar saja melihatnya.  Saya janji setelah itu akan segera naik kembali", Urashima kembali memaksa berulang kali.

Akhirnya si kura-kura dengan berat hati mengantarkan juga Urashima ke dasar laut.

Alangkah terpukaunya Urashima melihat panorama di sana, bertemu putri duyung yang cantik dan banyak mutiara dan harta lainnya yang tak ternilai.  Maka Urashima sibuk dengan kotaknya mengumpulkan mutiara tersebut.  Pikirnya alangkah kayanya dia nanti pada saat kembali ke daratan nanti.

Sang kura-kura kembali mengingatkan dia: "ayo Urashima... kamu sudah janji hanya ingin melihatnya sebentar..."

"iya...sebentar lagi...putri duyungnya manis-manis dan baik hati" sahutnya...sambil terus mengumpulkan hartanya dalam kotak.

Demikianlah seterusnya, sampai akhirnya sang kura-kura berpisah dengan Urashima di dasar laut.

Urashima akhirnya ingin juga pulang setelah kotaknya penuh.  Dengan bujuk rayu akhirnya dia berhasil ditolong putri duyung kembali ke daratan.

Tetapi dia kaget suasana di sana sudah berubah sekali, tidak ada lagi rumah sederhana yang dulu ditempati bersama ibunya.  Semuanya telah berubah sama sekali.  Dan di tengah keheranannya itu, dia membuka kotak yang berisi harta tersebut.  Tapi kemudian "bush" hanya ada asap yang keluar yang menjadikan muka Urashima "tua sekali".

Rupanya selama perjalanan yang dianggapnya sebentar itu, sebenarnya telah menembus waktu yang lama sekali tanpa dia sadari telah menjadikan dia tua renta.  Menyesal sekali Urashima saat itu.  Ibunda yang dicintainya tidak lagi dapat ditemuinya.  Maka sisa hidup Urashima Taro hanya diisi dengan penyesalan.

Mudah-mudahan kita tidak mengulangi jejak Urashima Taro yang terbius oleh gemerlapnya dunia, sehingga melupakan waktu-waktu berharga yang sebenarnya bisa kita isi untuk kemanusiaan, bersama keluarga, sahabat dan handai taulan.

HIDUP ITU ANUGERAH...
HIDUP ITU HANYA SEKALI...
HIDUP ITU PENUH DENGAN PILIHAN...

BUATLAH JEJAK KAKI KITA BERHARGA DENGAN MENGISI DENGAN SESUATU YANG BERHARGA DAN MENGHARGAI ANUGERAH ITU.

"Carilah dahulu Kerajaan Allah dan segala kebenarannya, maka segala sesuatunya akan ditambahkan kepadamu"

GOD BLESS US