Browsing Archive: July, 2009

Yang Jauh Menjadi Dekat

Posted by Ignatius Manguma on Thursday, July 30, 2009,
Lima puluh tahun lalu, jika anda punya kekasih di seberang lautan, ia terasa sangat jauh.  Untuk menanyakan kabarnya, anda harus berkirim surat.  Lantas menunggu berminggu-minggu sebelum mendapatkan balasan.
Kini tidak lagi.  Telepon genggam dengan teknologi 3,5G memungkinkan seorang istri di Jakarta ngobrol sambil menatap wajah suaminya di Los Angeles.
Komunikasi tatap muka ini bisa juga dilakukan lewat internet.  Teknologi makin lama makin mudah dan murah.
Akibatnya, orang bisa merasa tetap de...
Continue reading ...
 

Bahaya Kenyamanan

Posted by Ignatius Manguma on Thursday, July 30, 2009,
"Pa, Kezia ketabrak!" telepon istri saya bagai petir di siang bolong.  Saya sedang mengetik di rumah.
Tidak berpikir dua kali, saya segera lari ke bawah.  Lift terasa lama sekali.  Saya pakai tangga.  Apartemen kami di lantai lima.  Saya langsung menuju jalan raya.
Kezia, anak pertama kami, sedang digendong oleh istri saya di pinggir jalan.  Puji Tuhan Kezia tidak sampai kenapa-kenapa.  Hanya memar kecil di kaki.  Sempat menginap di rumah sakit semalam untuk observasi, trus boleh pulang.
Kami be...
Continue reading ...
 

Serius, Walaupun Kecil

Posted by Ignatius Manguma on Thursday, July 30, 2009,
Sebagian dari antara kita mungkin lebih suka dipercaya dalam hal-hal besar, daripada dalam hal-hal kecil.
Memang tanggung jawab dan resikonya juga semakin besar.  Namun harapannya, semakin besar kepercayaan yang diberikan, semakin besar pula hasil dan kepuasan yang didapatkan.
Maka, hal-hal yang sederhana akhirnya hanya dipandang sebagai pekerjaan yang "tidak menantang".

Namun firman Tuhan (Matius 25:14-30) mengingatkan kita bahwa yang penting adalah keseriusan kita untuk mengerjakan segala sesu...
Continue reading ...
 

Semangkuk Bakmi Panas

Posted by Ignatius Manguma on Monday, July 27, 2009,
Pada malam itu Ana bertengkar dengan ibunya.  Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun.
Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.
Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan.
Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.
Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata, "Nona, apakah engkau ingin memesan semangku...
Continue reading ...
 
 

Categories

 

Make a free website with Yola